Rabu, 19 Desember 2012

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Awalnya unsur digolongkan ke dalam unsur logam dan nonlogam. Beberapa sifat yang dimiliki logam, yaitu dapat menghantarkan listrik dan panas, merupakan benda padat kecuali air raksa, dan rupanya mengkilap. Contoh : besi, tembaga, perak, dan emas. Sementara itu, sifat nonlogam adalah sukar menghantarkan listrik dan panas, serta tidak mengkilap. Contoh : belerang, oksigen, klorin, karbon, dan nitrogen. Penggolongan ini kurang memuaskan karena adanya unsur-unsur yang mempunyai sifat antara logam dan nonlogam seperti silikon, arsenik, dan antimoni (stibium) dan disebut unsur-unsur metaloid.
Tahun 1829 Wolfang Dobereiner menggolongkan unsur-unsur yang mempunyai sifat sama. Masing-masing kelompok terdiri atas tiga unsur yang disebut triad. Dalam satu triad massa atom relatif unsur yang terletak di tengah merupakan harga rat-rata massa atom relatif unsur yang pertama dan ketiga. Penemuan Dobereiner disebut Hukum Triad. Hanya saja penggolongan ini menitikberatkan pada hubungan masing-masing unsur dalam triad dan tidak berhasil menjelaskan hubungan antara triad yang satu dengan yang lain.
Tahun 1865, John Newland menyusun daftar unsur yang lebih banyak melibatkan unsur-unsur yang sudah dikenal pada saat itu. Susunan Newland tersebut dinyatakan sebagai Hukum oktet Newland yang berbunyi Jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom, maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah unsur kedelapan.
Tahun 1869 Dmitri Ivanovitch Mendeleeff membuat daftar unsur-unsur yang disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Adapun Hukum Periodik Mendeleef berbunyi Bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka sifat unsur akan berulang secara periodik. Susunan mendeleef ini merupakan sistem periodik pertama yang sering disebut sistem periodik unsur bentuk pendek. Dalam susunan mendeleef ini juga telah mengenal adanya golongan yang merupakan lajur tegak dan periode yang merupakan lajur mendatar.
Sekitar perang dunia ke-2 H.G.J.Moseley menemukan kesalahan dalam susunan berkala, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya (Mendeleeff). Moseley menemukan bahwa keperiodikan sifat tidak didasarkan pada massa atom, tetapi didasarkan pada nomor atom atau muatan inti. Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:
Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur
Periode 2 dan Periode 3 disebut periode pendek dan masing-masing berisi 8 unsur
Periode 4 dan Periode 5 disebut periode panjang dan masing-masing berisi 18 unsur
Periode 6 disebut periode sangat panjang yang berisi 32 unsur yang juga terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakan pada bagian bawah
Periode 7 disebut periode belum lengkap karena mungkin masih akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Selain itu pada deret ini juga terdapat deret Aktinida, unsur yang bernomor 90 sampai nomor 103, dan diletakan paling bawah.
Jumlah golongan sistem periodik ada 8 dan terdapat dua golongan besar yaitu golongan utama (golongan A) dan golongan transisi (golongan B). Beberapa golongan diberi nama khusus, misalnya:
Golongan IA disebut dengan golongan alkali
Golongan IIA disebut dengan golongan alkali tanah     
Golongan VIA disebut dengan golongan khalkogen     
Golongan VIIA disebut dengan golongan halogen     
            Golongan VIIIA disebut dengan golongan gas mulia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar